WASIAT SYAIKH ABDULLAH BIN SHALIH AL-‘UBAILAN

WASIAT PERTAMA – BERTAKWA KEPADA ALLAH

Source : www.radiorodja.com

Bertakwalah kepada Allah. Apabila engkau bertakwa kepada Allah, maka dia akan mencukupimu dari semua masalah. Apabila engkau takut kepada manusia, mereka sama sekali tidak bisa memberikan manfaat kepadamu. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

…وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّـهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq[65]: 2-3)

Allah juga berfirman:

…وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ﴿٤﴾

“…Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Talaq[65]: 4)

Ini adalah wasiat yang pertama. Beliau mewasiatkan kepada kita semua agar kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

WASIAT KEDUA – KETAATAN KEPADA ALLAH

Mengutamakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jauh dari menyelisihinya, menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala sepenuhnya, kembali dalam setiap masalah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tidak menyandarkan perkara kepada manusia. Hendaknya engkau kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bersandar kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ…

“…Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. …” (QS. At-Talaq[65]: 3)

Ketahuilah, bahwa semua makhluk itu lemah. Semua makhluk diatur oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang tidak bisa memberikan manfaat kepada dirinya sendiri, bagaimana dia bisa memberikan manfaat kepada orang lain? Ini adalah kalimat yang sangat tinggi. mengingatkan kita agar hanya bersandar kepada Allah dalam semua perkara. Tidak boleh kepada makhluk. Karena makhluk lemah. Tidak mungkin bisa menolong orang lain. Oleh karena itu sebagian kaum salaf berkata, Istighotsahnyamakhluk kepada makhluk seperti istighotsahnya orang yang dipenjara kepada temannya yang juga dipenjara.”

WASIAT KETIGA – JANGAN LALAI DARI BERDZIKIR

Perahtikanlah, jangan sampai engkau disibukkan oleh keluarga, anak, harta dari Allah. Sehingga menjadi rugilah umurmu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun[63]: 9)

Maka hendaknya kita membaca Al-Qur’an. Karena membaca Al-Qur’an adalah wasilah agar kita dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

WASIAT KEEMPAT – IKUTILAH SUNNAH NABI

Ikutilah sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh perbuatan, perkataan dan keadaan. Hati-hati menyelisihi sunnah. Baik perkara itu dianggap ringan atau hal-hal yang dianggap besar. Allah subhanahu wa ta’ala befirman:

…فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nur[24]: 63)

Allah juga berfirman:

…وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ …

“…Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk…” (QS. An-Nur[24]: 54)

Ikutilah perjalanan kaum salafush shalih dalam amar ma’ruf dan nahi mungkar. Mulailah pada dirimu sendiri karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengabarkan tentang Syu’aib:

…وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ …

“…Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. …” (QS. Hud[11]: 88)

WASIAT KELIMA – BERGAUL DENGAN ORANG BAIK

Biasakanlah dirimu untuk bergaul dengan orang-orang yang baik dan tidak bersahabat dengan orang-orang yang buruk. Karena telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Olah kerana itu ketika seseorang mencintai orang-orang yang baik, orang-orang yang shalih, maka ada harapan bisa bersama orang-orang yang baik dan orang-orang yang shalih sampai ke surga. Adapun mencintai orang-orang kafir, orang munafik, orang musyrik, ini bisa menghantarkan kepada kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Apa lagi wasiat yang sangat bermanfaat ini?

Bagikan dengan :
Posted in Kajian Umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *