Sekilas Solor-Flores-NTT

Solor adalah sebuah pulau kecil yang ada di sebelah timur pulau Flores, termasuk wilayah kabupaten Fores Timur dan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau Solor memiliki dua kecamatan, yaitu kecamatan Solor Timur dan Solor Barat. Penduduk Flores Timur kebanyakan menganut agama non Muslim. Namun khususnya di Solor Timur maka penduduknya hampir semuanya beragama Islam dan penyebaran Islam di NTT pertama kali bermula dari Solor Timur ini pada abad ke-13. Adapun di Solor bagian Barat maka kebanyakanya beragama non Muslim.

Di antara kegiatan yang dilakukan oleh penduduk Solor adalah mengumpulkan kayu bakar dan menganyam tikar dari daun lontar atau palm kemudian dijual ke desa lain yang ada di pantai. Tikar ini pun selalu juga dijual ke pulau lain. Uniknya, adalah di saat ke pantai, mereka selalu membawa ember dan pakaian kotor ketika membawa jual ikatan kayu dan anyaman tikar ini. Tujuannya ialah jika selesai menjual ikatan kayu dan tikar, maka mereka segera mencuci pakaian, mandi dan mengambil air untuk dibawa pulang ke rumah. Perlu diketahui, bahwa sumbar air air sangat jauh. Saat ini di sebagian kecil rumah penduduk Solor sudah ada toren air (penampung air) yang berfungsi untuk menampung air hujan jika terjadi hujan. Akan tetapi masih banyak warga yang belum memiliki toren air ini, sehingga di rumah mereka hanya ada beberapa ember untuk menampung air minum dan air untuk memasak serta juga digunakan untuk memandikan bayi dan anak kecil. Inilah sebagian kegiatan penduduk Solor yang ada di pedalaman.

Adapun penduduk Solor yang ada di pantai, maka di antara kegiatannya adalah mengambil air yang di Sumur yang berada tidak jauh dari rumah mereka dan juga mengambil kayu bakar serta menganyam tikar dari daun lontar atau palm. Tikar ini selalu juga dijual ke pulau lain. Dan di pantai Solor inilah akan dibangun “Pondok Pesantren Rumah Qur’an bagi Yatim, Muallaf, dan Dhu’afa.”

Sedangkan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an masih sangat minim sehingga pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran Islam tentu minim juga. Namun akhir-akhir ini semangat penduduk Solor untuk mempelajari keIslaman terutama Al Qur’an semakin meningkat. Ini ditandai dengan gencarnya Yatim, Muallaf, Dhu’afa mempelajari Al Qur’an di Masjid-masjid kecil dan di rumah-rumah para Ustadz. Untuk semakin efektifnya pebelajaran Al Qur’an ini maka sangat diharapkan adanya  pembagunan Pondok Pesantren Rumah Qur’an di Pulau Solor ini. Dan harapan ini akan berjalan lancar –ba’dallohi Ta’ala- jika ada doa dan dukungan dari Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian.

Info Solor Flores NTT:
🌐www.yarsi.or.id
📱0821 1496 2139

Bagikan dengan :
Posted in Berita.

2 Comments

    • InsyaAllah dengan adanya bangunan Rumah Qur’an ini kedepannya semua anak-anak sekitar akan semakin paham dan akan semakin jauh pengetahuan agama Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *