Menangis dan Takut dalam Membaca Al-Qur’an

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum​​ Warrohmatullohi​​ Wabarokatuh

Alhamdulillahi​​ rabbil’aalamiin,​​ wash sholaatu​​ wassalaamu​​ ‘ala​​ asyrofil anbiyaa​​ i​​ walmursaliin,​​ wa’alaa​​ alihi​​ washohbihii​​ ajma’iin​​ ammaba’adu..

Orang yang membaca Al-Qur’an dianjurkan membimbing perasaannya sehingga timbul rasa takut dan menangis karena Allah. Keistimewaan Al-Qur’an ini sesuai firman Allah:

“Dan mereka menyukur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS. al-Isra’ [17]: 109)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya sulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS. az-Zumar [39]: 23)

Allah memuji orang yang menangis ketika membaca Al-Qur’an. Firman Allah:

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” (QS. al-Hasyr [59]: 21)

Allah menerangkan bahwa kalau Al-Qur’an diturunkan pada gunung yang membujur kaku bisu bisa tunduk terpecah belah, lalu bagaimana jika diturunkan pada hati manusia yang mempunyai rasa takut? Betapa nista jika hati manusia lebih keras daripada gunung.

Ibn Mas’ud suatu kali membaca Al-Qur’an di hadapan Rasulullah. Setelah selesai Ibn Mas’ud mendapatkan dari kedua mata Rasul mengalir air mata (HR. Sahihain)

Dari Sa’id bin Abi Waqas ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya Kitab Al-Qur’an ini diturunkan dengan kesedihan. Jika kamu membacanya maka menangislah. Jika belum menangis, berusahalah menangis dan melagukannya. Barang siapa yang tidak melagukan (bacaan) Al-Qur’an maka dia bukan dari umatku.'” (HR. Ibn Majah)

Dari Aisyah, dia berkata: Pada waktu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikan pada Abu Bakar, hendaklah dia shalat dengan orang (berjamaah).” Aisyah berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang halus (perasaannya). Dia tidak bisa menahan air matanya ketika membaca Al-Qur’an. Alangkah baiknya bila Rasul memerintahkan pada selain Abu Bakar.” (HR. Ahmad)

Dari al-Hasan ra, dia berkata: “Umar bin Khaththab melewati seseorang yang membaca suatu ayat pada suatu malam. Dia menangis, bahkan pingsan. Dia tersadarkan diri di rumah (nya). Kejadian tersebut hingga membuatnya sakit.”

Dari Abu Raja’, dia berkata: “Saya pernah melihat Ibn Abbas membaca Al-Qur’an dengan mencucurkan air mata.”

Dari Abu Shahih, dia berkata: “Penduduk Yaman menghadap Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Mereka membaca Al-Qur’an dan menangis. Abu Bakar berkomentar: “Seperti inilah kami pada masa Rasulullah.”

Dari Hisyam, dia berkata: “Seringkali saya mendengar Muhammad bin Sirin menangis (karena membaca Al-Qur’an) dalam shalat di malam hari. Walaupun dia di dalam rumah, suara tangisnya bisa didengar oleh tetangganya.”

Dari Abu Hurairah, dia berkata: “Ketika turun ayat yang artinya: “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Orang-orang Shufi (ashhab ash-Shuffah) menangis hingga air mata mereka mengalir di pipi.” (HR. al-Baihaqi)

Bagikan dengan :
Posted in ARTIKEL ISLAMI.