Yayasan Riyadhus Shalihin Indonesia

ARTIKEL ISLAMI

KEUTAMAAN PUASA ARAFAH

Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji. Berikut penjelasan keutamaan puasa arafah. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,   صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ …

KEUTAMAAN PUASA ARAFAH Selengkapnya »

KEUTAMAAN BERKURBAN

Qurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT. Ibadah khas umat Islam ini dilaksanakan pada hari raya Idul Adha atau 10 Zulhijah. Istilah qurban berasal dari bahasa Arab Udh-hiyah yang artinya hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.   Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang …

KEUTAMAAN BERKURBAN Selengkapnya »

KEUTAMAAN 10 HARI DI AWAL BULAN DZULHIJJAH

KEUTAMAAN 10 HARI DZULHIJAH Bismillah Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Alhamdulillah, bulan Dzulhijah telah menghampiri kita. Bulan mulia dengan berbagai amalan mulia terdapat di dalamnya. Lantas apa saja amalan utama yang bisa kita amalkan di awal-awal Dzulhijah? Moga tulisan sederhana berikut bisa …

KEUTAMAAN 10 HARI DI AWAL BULAN DZULHIJJAH Selengkapnya »

Ziarah Kubur

Ziarah Kubur Disyari’atkan ziarah kubur dengan maksud untuk mengambil pelajaran (‘ibrah) dan ingat akan kehidupan akhirat, dengan syarat tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai misal, meminta sesuatu kepada penghuni kubur (orang mati) dan memohon pertolongan kepada selain Allah dan semisalnya. Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi …

Ziarah Kubur Selengkapnya »

Berhati-Hatilah dari Mujaharah

Berhati-Hatilah dari Mujaharah (Terang-Terangan Berbuat Dosa) Sebagaimana halnya ketaatan itu berbeda-beda tingkatan dan derajatnya; tergantung amal itu sendiri, pelakunya, waktunya, dan apakah dilkukan secara tersembunyi atau terang-terangan, demikian pula kemaksiatan. Satu kemaksiatan yang sama, balasan dan dosanya pun berbeda-beda; tergantung pelakunya, kemuliaan waktu, tempat, dan apakah dilakukan secara terang-terangan atau tersembunyi. Nash-nash syariat telah menujukkan …

Berhati-Hatilah dari Mujaharah Selengkapnya »

Anggaplah Besar Dosamu

Anggaplah Besar Dosamu Orang yang beriman lagi bertakwa yang takut kepada Rabbnya dan mengagungkan-Nya, dia akan menganggap besar dosanya dan menganggap besar dalam hatinya kekurangan dirinya dalam menunaikan kewajiban terhadap Allah. Sejauh mana keimanan seseorang dan pengagungannya kepada Allah, sejauh itu dia menganggap besar kemaksiatan dan dosanya. Allah menyifati hamba-hamba-Nya yang bertakwa dengan firman-Nya, كَانُوْا …

Anggaplah Besar Dosamu Selengkapnya »

Jangan Cela Orang Lain Karena Perbuatan Dosanya

Jangan Cela Orang Lain karena Perbuatan Dosanya Seorang Muslim Mencintai Allah ‘Azza wa Jalla dan seluruh amal yang dicintai oleh-Nya, serta dia membenci kemaksiatan kepada Allah dan orang yang melakukannya. Dia memiliki perasaan yang halus dan jiwa yang pencemburu, tidak bersikap toleran kepada orang yang berani melanggar larangan-larangan Allah ‘Azza wa Jalla, sebab cinta karena …

Jangan Cela Orang Lain Karena Perbuatan Dosanya Selengkapnya »

Jauhilah Faktor-faktor Penyebab Kemaksiatan

Jauhilah Faktor-faktor Penyebab Kemaksiatan Saudaraku, kawula muda! Mungkin Anda mengetahui dari pengalaman Anda dan kehidupan pribadi Anda bahwa kemaksiatan bukan datang secara tiba-tiba, tetapi ada penyebab, pembangkit, dan pendahuluannya. Jika Anda, saudaraku yang mulia, bersungguh-sungguh membebaskan diri dari kemaksiatan dan menjauhinya, maka menutup segala pintu kemaksiatan adalah jalan pintas untuk menjauhi kemaksiatan tersebut. Pengertian inilah …

Jauhilah Faktor-faktor Penyebab Kemaksiatan Selengkapnya »

Berjanji Untuk Meninggalkan Kemaksiatan

Apakah Anda Berjanji kepada Allah untuk Meninggalkan Kemaksiatan? Ketika sebagian pemuda terjerumus dalam kemaksiatan dan apinya membakarnya, dorongan keimanannya tergerak dalam hatinya, maka dia pun merasa bersedih dan menyesal. Dia merasa bahwa jiwanya yang lemah telah menjerumuskannya dalam kemaksiatan. Saat itulah dia berjanji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjauhi kemaksiatan, atau bernadzar kepada Allah …

Berjanji Untuk Meninggalkan Kemaksiatan Selengkapnya »