Yayasan Riydahus Shalihin Indonesia

SIFAT GENERASI GEMILANG

1. Kemurnian
Kategori _kemurnian_:
a. Kemurnian Maqsud
Seorang hamba Alloh selalu memurnikan niatnya kepada Alloh semata. Alloh ﷻ berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Robb semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

b. Kemurnian Tauhid
Seseorang mukmin memurnikan akidah & tauhidnya dari syirik. Ia menyembelih dengan nama Alloh, bersumpah dengan nama Alloh, dan bernazar hanya untuk Alloh, tidak pergi ke dukun mengundi nasib serta tabarruk atas pohon dan batu, tidak mengunjungi kuburan untuk memohon dan memenuhi keinginannya.

c. Kemunian Perbuatan
Seorang mukmin selalu memurnikan perbuatannya. Ia hanya melakukan perbuatan tidak dilarang syara’ dan mengikuti petunjuk Rosululloh ﷺ . Alloh ﷻ berfirman:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kalian bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153)

Amal sholeh adalah segala kebaikan dengan mengikuti ajaran Rosululloh ﷺ .

2. Mengagungkan Sy’iar-syi’ar Alloh

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Alloh). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Alloh, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Seorang mukmin selalu mengutamakan sholat berjama’ah di masjid bahkan bersegera pergi ke masjid sebelum adzan. Setelah sholat ia mengikutinya dengan dzikir dan sunnah-sunnah lainnya.

3. Tawakkal kepada Alloh & Menerima Qodho-Nya
Alloh ﷻ berfirman:

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“…Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS. Ibrahim: 11)

Dengan tawakkal kepada Alloh dapat menenangkan hati. Seorang yang bertawakkal, ia melakukan apa yang ia mampu dan menyerahkan kepada Alloh apa yang ia tidak mampu.

Dalam Shohih al-Bukhori bahwa Ibnu Abbas berkata, “Ketika Ibrohim ‘alaihissalam dilemparkan kedalam api beliau berkata:

حَسْبُنَااللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلِ

(Cukuplah Alloh sebagai Pelindung dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung), dan doa ini pulalah diucapkan Nabi ﷺ ketika orang-orang bercerita, _“….Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab,

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh sebaik-baik Penolong”. (QS. Ali Imron: 173).

Seorang mukmin yang bertawakkal kepada Alloh dan melakukan perintah-Nya akan menerima apa yang Alloh berikan kepadanya.

4. Tidak Berangan-angan
Seorang mukmin berlaku di dunia ini sebagaimana orang asing. Ibu umar rodhiyallohu ‘anhuma menyebutkan:

أَخَذَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ، أَوْ عَابِرِ سَبِيْلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ – رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا – يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرُ الصَّبَاحَ، وإذا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرُ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرْضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. ﴿رواه البخاري﴾.

Rosululloh ﷺ pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Seorang mukmin memandang dunia hanya selintas saja, lalu membayangkan cita-citanya yang akan diakhiri dengan kematian. Kita saksikan orang-orang di sekitar kita yang mempunyai cita-cita di masa depan. Tiba-tiba datanglah kematian maka lenyaplah segala impiannya. Umar bin al-Khoththob rodhiyallohu anhu berkata, “Setiap kali diberitakan si Fulan meninggal maka ingatkanlah, ‘Umar juga akan meninggal’.”

_*5. Qona’ah*_
Rosululloh ﷺ bersabda, “Bukanlah orang kaya itu yang banya hartanya, tetapi orang kaya adalah yang kaya hatinya.” (HR. al-Bukhori)

Tidak sedikit orang yang hatinya miskin, walaupun kelihatannya kaya. Ini adalah kefakiran yang sebenarnya. Alloh Ta’ala berfirman:

وَلا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى .

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Robb kalian adalah lebih baik dan lebih kekal”.(QS. Thôhâ: 131)

6. ….* (bersambung, in syaa Alloh kita akan melanjutkan point berikutnyanya tentang SIFAT GENERASI GEMILANG)

Silakan gabung di channel telegram:
https://t.me/mimbarmasjid
TELP/WA/SMS: 0812 9889 4440

 

 

Bagikan dengan :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *