Yayasan Riydahus Shalihin Indonesia

Pembangunan Masjid ( Watohari – Kec. SOLOR Kab. FLORES – NTT)

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, dengan izin dan ridho dari Allah serta bantuan dari para donatur serta simpatisan/warga sekitar yang membantu baik itu berupa material maupun moral dan bantuan tenaga lainnya. salah satu program YARSI yang sedang di jalankan saat ini adalah Pembangunan Masjid “Al-Fajr” yang berlokasi di Desa Watohari Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores timur – NTT yang sudah mencapai 80% pembangunan..

Dengan niat yang kuat serta berkat do’a dari seluruh pihak, Alhamdulillah YARSI telah berhasil menyampaikan amanat dari para Donatur, berupa Dana Pembangunan untuk Masjid “Al-Fajr”.

Di dalam masjid, para Ulama dan penuntut ilmu bertemu. Oleh karena itu, Abu Hurairah z pernah berkata kepada orang-orang yang berada di pasar, “Kalian ada di sini, sementara harta  warisan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dibagikan di masjid.” Mendengar ini, mereka bergegas meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi ke masjid. Namun mereka  tidak menemukan kecuali orang-orang yang sedang berkumpul menuntut ilmu. Mereka pun mendatangi Abu Hurairah z dan berkata, “Kami sudah pergi ke masjid, akan tetapi kami tidak menemukan kecuali orang-orang yang sedang menuntut ilmu.” Lalu Abu Hurairah z berkata, “Itulah yang saya maksud dengan harta warisan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .”

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

(مَنْ بَنَى مَسْجِدًا) التَّنْكِير فِيهِ لِلشُّيُوعِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْكَبِير وَالصَّغِير ، وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَنَس عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … masya Allah.

 

Zakat dan sedekah untuk Pembangunan Masjid “Al-Fajr” di Pulau Solor bisa dijemput atau ditransfer ke rekening:

BRI SYARIAH (kode bank: 422) : 1037-93-0446
BNI SYARIAH (kode bank: 009 atau 427) : 674-679-969
Atas nama : YAYASAN RIYADHUS SHALIHIN INDONESIA

WA/TELP/SMS:
081298894440
085234410024
www.yarsi.or.id

Bagikan dengan :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *